LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 3 – 9 Mei 2024
HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca
di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari,
sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih,
ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah hingga sedang dan tinggi 200
m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada tanggal 4 Mei
2024 pukul 05.23 WIB. Pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak
176 kali ke arah barat daya (hulu Kali Bebeng) sejauh maksimal 2.000 m.
Suara guguran terdengar 1 kali dari Pos Babadan dengan intensitas
sedang.Gambar 1.a-f menunjukkan analisis morfologi dan termal dari
survey drone tanggal 9 Mei 2024, analisis kubah lava dari stasiun kamera
Deles5, Tunggularum, Ngepos dan Babadan2. Morfologi kubah barat daya
teramati adanya perubahan akibat adanya aktivitas pertumbuhan guguran
lava. Titik panas tertinggi teramati sebesar 243 oC,
lebih rendah dari suhu pengukuran sebelumnya. Untuk morfologi kubah
tengah relatif tetap. Titik panas tertinggi teramati sebesar 203,6 oC,
lebih rendah dari suhu pengukuran sebelumnya. Berdasarkan analisis foto
udara tanggal 9 Mei 2024, volume kubah barat daya terukur sebesar
2.299.600 m3 dan kubah tengah sebesar 2.360.000 m3.
Kegempaan
Dalam
minggu ini kegempaan Gunung Merapi mencatat 49 kali gempa Vulkanik
Dangkal (VTB), 329 kali gempa Fase Banyak (MP), 1 kali gempa Frekuensi
Rendah (LF), 516 kali gempa Guguran (RF), dan 16 kali gempa Tektonik
(TT). Intensitas kegempaan pada minggu lebih tinggi dibandingkan minggu
lalu. Lampiran 1.g menunjukkan grafik kegempaan di Gunung Merapi.
Deformasi
Jarak
tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB0 ke reflektor RB2
pada kisaran 3.841,554 m hingga 3.841,612 m; dan ke reflektor RB3 pada
kisaran 3.414,067 m hingga 3.414,072 m. Baseline GPS Labuhan–Jrakah
berkisar pada 7.108,13 m hingga 7.108,14 m. Deformasi Gunung Merapi yang
dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan laju
pemendekan jarak tunjam sebesar 0,9 cm/hari. Lampiran 1.g menunjukkan
grafik deformasi di Gunung Merapi.
Hujan dan Lahar
Pada
minggu ini tidak terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dan
tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai
yang berhulu di Gunung Merapi.
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan
bahwa:Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa
aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”.Potensi
bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor
selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai
Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.Data
pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu
terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Rekomendasi
Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan sebagai berikut:
- Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya–upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini seperti peningkatan kapasitas masyarakat dan penyiapan sarana prasarana evakuasi.
- Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
- Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
- Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
- Untuk informasi resmi aktivitas Gunung Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, website https://bpptkg.esdm.go.id dan https://magma.esdm.go.id, aplikasi Android Magma Indonesia, media sosial BPPTKG, frekuensi radio VHF di 172.000 Mhz, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514192.
Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.
Yogyakarta, 10 Mei 2024
a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,
Kepala BPPTKG
Agus Budi Santoso
Lampiran 1.
Analisis morfologi (a) dan thermal dengan drone (b) tanggal 9 Mei 2024.
Pengamatan visual dari stasiun kamera Deles5 (c), Tunggularum (d),
Ngepos (e) dan Babadan2 (f). Grafik data pemantauan Gunung Merapi
menggunakan metode seismik dan EDM Reflektor Babadan 2 dan baseline GPS
Labuhan-Jrakah (g).
Atau dapat didownload di : https://bit.ly/LaporanMingguanAktivitasMerapi_09052024
Sumber : BPPTKG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar