Normal
Waspada
Siaga
Awas

25 Okt 2024

Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 18 - 24 Oktober 2024

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI

Tanggal 18 – 24 Oktober 2024

I. HASIL PENGAMATAN

Visual

Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, tekanan lemah hingga sedang dan tinggi 250 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada tanggal 21 Oktober 2024 pukul 05.30 WIB. Pada minggu ini terjadi 2 kali awan panas guguran ke arah barat daya (hulu Kali Bebeng) dengan jarak luncur 1.500 m. Guguran lava teramati sebanyak 206 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimal 1.800 m. Suara guguran terdengar 6 kali dari Pos Kaliurang dan Pos Babadan dengan intensitas kecil hingga sedang. Gambar 1.a-b menunjukkan analisis foto udara dan thermal dari survey drone tanggal 24 Oktober 2024. Morfologi kubah barat daya teramati adanya perubahan akibat adanya aktivitas pertumbuhan kubah, guguran lava dan awan panas guguran. Titik panas tertinggi pada kubah barat daya terukur sebesar 243 oC, relatif sama dari suhu pengukuran sebelumnya. Untuk morfologi kubah tengah tidak ada perubahan morfologi yang signifikan. Titik panas tertinggi pada kubah tengah terukur sebesar 223,3 oC, lebih tinggi 3 oC dari suhu pengukuran sebelumnya. Berdasarkan analisis foto udara volume kubah barat daya mengalami peningkatan, terukur sebesar 3.077.000 m3 dan kubah tengah sebesar 2.361.800 m3.

Kegempaan

Dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi mencatat 1 kali gempa Awan Panas Guguran (APG), 1 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 82 kali gempa Fase Banyak (MP), 1 kali gempa Frekuensi Rendah (LF), 1.044 kali gempa Guguran (RF), dan 10 kali gempa Tektonik (TT). Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih tinggi dibandingkan minggu lalu. Lampiran 1.c menunjukkan grafik kegempaan di Gunung Merapi. 

Deformasi

Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB0 ke reflektor RB2 pada kisaran 3.840,899 m hingga 3.840,905 m; dan ke reflektor RB3 pada kisaran 3.414,065 m hingga 3.414,073 m. Baseline GPS Labuhan–Jrakah berkisar pada 7.108,12 m hingga 7.108,13 m. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Lampiran 1.c menunjukkan grafik deformasi di Gunung Merapi.

Hujan dan Lahar

Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 56 mm/jam selama 56 menit di Pos Babadan pada tanggal 22 Oktober 2024. Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.


II. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:

  1.  Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat “SIAGA”.
  2. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
  3. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Rekomendasi

Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan sebagai berikut:

  • Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya–upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini seperti peningkatan kapasitas masyarakat dan penyiapan sarana prasarana evakuasi.
  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
  • Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
  • Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
  • Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
  • Untuk informasi resmi aktivitas Gunung Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, website https://bpptkg.esdm.go.id dan https://magma.esdm.go.id, aplikasi Android Magma Indonesia, media sosial BPPTKG, frekuensi radio VHF di 172.000 Mhz, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514192.


Demikian, atas perhatian dan kerja samanya, kami ucapkan terima kasih.

Yogyakarta, 25 Oktober 2024 

a.n. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,

Kepala BPPTKG



Agus Budi Santoso


LAMPIRAN 1

Data Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 18 – 24 Oktober 2024

a)

IMG_001

b)


IMG_002

c)
IMG_003


Lampiran 1. Analisis foto udara (a) dan thermal (b) dari survey drone tanggal 24 Oktober 2024. Grafik data pemantauan Gunung Merapi menggunakan metode seismik dan EDM Reflektor Babadan 2 dan baseline GPS Labuhan-Jrakah (c).