Normal
Waspada
Siaga
Awas

27 Jul 2025

Laporan Aktivitas Gunung Merapi Tanggal 18 - 24 Juli 2025

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNG MERAPI
Tanggal 11 – 17 Juli 2025

I. HASIL PENGAMATAN
Visual
Cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Sepanjang periode pengamatan, Gunung Merapi tampak mengeluarkan asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, bertekanan lemah, dan dengan tinggi asap bervariasi dari 25 m hingga
100 m. Pada minggu ini jumlah guguran lava yang dapat teramati adalah sebanyak 1 kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh 2.000 m, 24 kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 2.000 m, 15 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 1.800 m dan 70 kali ke arah hulu Kali Sat/Putih sejauh maksimum 2.000 m. Survei lapangan menggunakan drone yang dilaksanakan tanggal 17 Juli 2025 menghasilkan foto dara dan foto termal seperti ditunjukkan pada Lampiran 1 (a) dan (b). Berdasarkan analisis foto udara, volume Kubah Barat Daya berkurang sekitar 66.700 m³ menjadi sebesar 4.011.000 m³, sedangkan untuk visual Kubah Tengah bertambah sekitar 1.600 m³ menjadi sebesar 2.368.900 m³ . Selanjutnya, hasil analisis foto termal menunjukkan sedikit peningkatan suhu pada Kubah Barat Daya dan Kubah Tengah bila dibandingkan dengan hasil pengukuran sebelumnya. Suhu Kubah Barat Daya naik 2,8 °C menjadi 244,9 °C, sedangkan suhu Kubah Tengah naik 3,5 °C menjadi 218,6 °C. Dari aspek perubahan morfologi, teramati adanya sedikit perubahan morfologi pada kubah barat daya akibat pengurangan volume dan aktivitas guguran lava. Sedangkan untuk kubah tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi.

Kegempaan
Pada periode pengamatan ini, sebanyak 20 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 836 gempa Fase Banyak (MP), 495 gempa Guguran (RF), 1 gempa Tremor, dan 14 gempa Tektonik (TT) terekam oleh jaringan seismik yang terpasang di Gunung Merapi dan sekitarnya. Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini lebih tinggi dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya. Lampiran 1 (c) menunjukkan pola kegempaan di Gunung Merapi periode tiga bulan terakhir.

Deformasi
Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BABO ke reflektor RB2 terukur pada kisaran 3.840,641 m hingga 3.840,654 m; dan ke reflektor RB3 terukur pada kisaran 3.414,065 m hingga 3.414,070 m. Sementara, data baseline GPS Labuhan - Jrakah terukur pada kisaran 7.108,13 m. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada periode pengamatan ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan. Lampiran 1 (c) menunjukkan pola deformasi di Gunung Merapi untuk periode tiga bulan terakhir. 

Hujan dan Lahar
Pada minggu ini tidak terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dan tidak dilaporkan adanya penambahan aliran dan lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

II. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan bahwa:

  1. Aktivitas vulkanik Gunung Merapi mash cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat "SIAGA".
  2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
  3. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Rekomendasi
Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan sebagai berikut:

  • Pemerintah Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten agar melakukan upaya-upaya mitigasi dalam menghadapi ancaman bahaya erupsi Gunung Merapi yang terjadi saat ini seperti peningkatan kapasitas masyarakat dan penyiapan sarana prasarana evakuasi.
  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
  • Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
  • Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
  • Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Merapi yang signifikan maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
  • Untuk informasi resmi aktivitas Gunung Merapi masyarakat dapat mengakses informasi melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, website https://bpptkg.esdm.go.id dan https://magma.esdm.go.id, aplikasi Android Magma Indonesia, media sosial BPPTKG, frekuensi radio VHF di 172.000 Mhz, atau ke kantor BPPTKG, Jalan Cendana No. 15 Yogyakarta, telepon (0274) 514192. 

Lampiran

NO_Images

NO_Images

(Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi)